Kenapa sampe gemeteran gini ya mau nyiapin makanannya Humaidah :( udah lama banget gak main2 ke dapur soalnya jadi rada panik. Hari ini rencana mau kasih makan Humaidah jam 10 pagi. Karena rutinitas Humaidah, jam 8 nyusu, mandi, trus main sebentar nyusu lagi sedikit lalu tidur lagi sampai bangun jam 10. Ternyata hari ini di tepat 6 bulannya Hum, abis mandi dia gak mau main dan rewel, karena saya pikir seperti biasanya dia pasti ngantuk, saya susui, dan dia tetap rewel, dadanya digoyang2, gak lama kemudian saya dudukan lalu dia seperti mual, saya gendong dan ternyata dia langsung muntah banyaak sekalii,baju saya dan baju Hum basah semua. Saya langsung kepikiran, ini pasti Hum masuk angin karena semalam jam setengah 11 sampe jam 1 lewat, dia minta main, lalu nyusu dan baru bisa tidur... Tapi tetap dengan rewelnya dia, mungkin karena Hum udah numbuh 2 gigi di bagian bawah depan. Saya rasa itu juga yang membuat dia tidak nyaman dan ngilu, karena dia selalu menggigit-gigit tangannya sendiri dengan gemas, diempengin juga ngga bertahan lama seperti biasanya.
Untuk Menu hari ini saya buatkan Hum Bubur Susu dari tepung beras coklat. Rencananya saya akan berikan ini selama 1 minggu. Berikut resepnya :
- 1 sdm tepung beras coklat
- 200 ml air putih matang
- 50 cc ASIP
Caranya:
Campur tepung dengan air, aduk2 rata, lalu panaskan di atas api kecil selama 15 menit. Sampai mengental. Setelah itu pindahkan ke wadah tupperware yg khusus microwave (jadi aman utk masakan mendidih).
Perah ASI, lalu sisihkan bubur tepung sebagian, sedikit saja dan campur dengan ASI secukupnya.
Nah, awal-awal Hum ngga mau, gak doyan, mungkin karena gak ada rasa dan masih agak kental, lalu saya tambahkan sedikit air zam-zam, dan ASIP lagi. Setelah itu dia baru mau. Tapi sayang baru sebentar makan dan baru sedikit sekali, Hum udah ngamuk lagi karena ngantuk dan dia masih lapar, jadi sisa ASIP dibotol saya berikan, tapi tetap dia tidak mau karena memang belum pernah saya kasih susu di botol. Waduh, saya benar-benar gemeteran :( sampe lemes kaki rasanya. Kata suami saya, coba langsung disusuin, ternyata benar, Hum nyusu napsu bener... dan akhirnya dia tidur....
Sisa bubur tepung hari ini masih banyak banget, dan saya akan mencobanya nanti sore. Semangaat!!
Showing posts with label mpasi. Show all posts
Showing posts with label mpasi. Show all posts
Thursday, November 24, 2011
Monday, November 21, 2011
Resep Kaldu Ayam
Bahan:
- ½ ekor ayam kampung
- 2 lt air
- 1 buku jahe diiris/digeprek
- 2 rumpun daun bawang
- 1 rumpun seledri
- Masukkan ayam dan air ke dalam panci
- Masak dengan api besar sampai mendidih
- Kecilkan api, masukkan jahe, daun bawang dan seledri
- Masak selama 2 jam
- Matikan api dan biarkan kaldu dingin
- Saring dan masukkan ke dalam kotak es batu kecil-kecil. Simpan di lemari pembeku
- Gunakan seperlunya saat membuat sop, dll
Sumber: www.gasolorganik.com
Sunday, November 20, 2011
TEPUNG BERAS PUTIH = TEPUNG BERAS COKLAT
Bingung-bingung cari kesana kemari Tepung Gasol Organik Beras Putih, gak ketemu dimana-mana. Akhirnya mampir ke web gasoloranik.com, lalu saya telpon kantor pusat Gasol, dan diterima oleh seorang ibu yang sangat baik dan menjelaskan dengan detil. Bahwa Tepung Beras Putih milik Gasol adalah Tepung Beras Pecah Kulit (Coklat). Kurang lebih penjelasannya seperti ini :
Setelah itu saya tanya bagaimana cara penyimpanannya? Karena saya belum pegang barangnya, jadi saya gak tau. Dia jawab, sebenarnya ada didalam kemasan bu, jadi ibu buka plastiknya dengan gunting, setelah diambil utk dimasak, lipat plastiknya dan masukkan ke dalam toples kedap udara, lalu masukkan ke dalam lemari es (bukan freezer).
Jadi, saya akan segera mencari Tepung Gasol Beras Coklat ini di Depok, kalau ngga ketemu, ya pesan online saja ...
Beras Coklat adalah beras putih yang masih mengandung lapisan kulit ari. Berbagai penelitian membuktikan kulit ari beras (aleuron dan pericarp) banyak mengandung nutrisi (protein, lemak, vitamin, mineral dan serat).Oooo.... akhirnya mengerti juga sayaa .... Terimakasihh ya bu :)
Setelah itu saya tanya bagaimana cara penyimpanannya? Karena saya belum pegang barangnya, jadi saya gak tau. Dia jawab, sebenarnya ada didalam kemasan bu, jadi ibu buka plastiknya dengan gunting, setelah diambil utk dimasak, lipat plastiknya dan masukkan ke dalam toples kedap udara, lalu masukkan ke dalam lemari es (bukan freezer).
Jadi, saya akan segera mencari Tepung Gasol Beras Coklat ini di Depok, kalau ngga ketemu, ya pesan online saja ...
Saturday, November 19, 2011
Air Putih Bukan untuk Bayi!
“MBAK, jangan lupa kasih air putih kalau adek habis minum susu, ya,” urai Riani kepada sang pengasuh sembari menyuapkan beberapa sendok air putih kepada bayinya yang berusia 3 bulan.
Tahukah Moms, di balik kebiasaan memberikan air putih ternyata tersimpan bahaya yang dapat mengancam si buah hati, utamanya bayi di bawah usia 6 bulan.
ASI, Sudah Cukup!
Air putih bermanfaat bagi kesehatan anak-anak dan orang dewasa memang benar, tapi TIDAK untuk bayi.
“Pemberian air putih tidak disarankan, khususnya pada bayi usia < 6 bulan, karena kegunaannya tidak ada,” buka dr. Yulia Lukita Dewanti, M. Ked. Ped, SpA dari RS Sari Asih Serang.
Pada bayi usia tersebut, pemberian ASI eksklusif tanpa pemberian cairan lain sudah cukup memenuhi kebutuhan gizi bayi sesuai dengan perkembangannya.
Secara alamiah, komposisi ASI –mengandung 88 persen air- yang diproduksi akan mencukupi kebutuhan cairan bayi.
Begitu pun dengan bayi yang minum susu formula, lebih dari 80 persen komposisi susu formula adalah air. Mengingat tingginya kadar air dalam ASI maupun susu formula, bayi kurang 6 bulan tak perlu diberikan tambahan cairan lain apapun secara langsung –termasuk air putih, teh manis, atau jus buah.
Artinya, bayi tidak akan kekurangan cairan sejauh bayi mendapatkan ASI atau susu formula cukup setiap harinya. Bayi akan selalu ‘meminta’ ASI/susu formula bila ia merasa haus (on demand).
3 Alasan Air Putih Dilarang
Lantas, mengapa air putih tak baik diberikan pada bayi?
Ginjal Bisa Rusak
“Pada bayi berusia kurang dari 6 bulan, semua organnya belum berfungsi laiknya orang normal pada umumnya. Nah, organ yang langsung berhubungan dengan metabolisme cairan adalah ginjal. Jika bayi diberi banyak air putih, maka ginjal yang belum siap menyaring –kecuali ASI- ini dapat rusak,” papar dokter penyuka novel ini.
Ya, ginjal bayi belum mampu mengeluarkan air dengan cepat, sehingga dapat menyebabkan timbunan air dalam tubuh yang dapat membahayakan bayi (keracunan air).
Keracunan air
Kelebihan air di atas akan menyebabkan kandungan elektrolit dalam darah menjadi tidak seimbang, misalnya sodium (natrium). Kelebihan cairan tersebut akan melarutkan sodium dalam darah dan akan dikeluarkan tubuh, sehingga kadar sodium menjadi rendah yang dapat memengaruhi aktivitas otak.
Awalnya ditandai dengan iritabilitas (merengek-rengek), mengantuk dan gejala penurunan kesadaran lainnya yang kadang luput dari kewaspadaan orangtua. Gejala lainnya adalah penurunan suhu tubuh, bengkak di sekitar wajah dan jika dibiarkan dapat menjadi kejang.
Jika si kecil sampai mengalami kejang, kemungkinan terjadi gangguan perkembangan di masa depannya namun bergantung pada frekuensi dan durasi kejang tersebut terjadi.
Kebutuhan gizi tidak terpenuhi
Selain keracunan air, memberikan air putih setiap kali bayi menangis adalah salah. Bayi yang menangis tidak selalu berarti lapar. Bisa saja ia BAK (Buang Air Kecil), BAB (Buang Air Besar), kurang nyaman, sakit atau lainnya.
Bayi yang diberikan air setiap ia menangis akan menjadi kenyang. Sehingga keinginan bayi untuk menyusu akan menurun. Akibatnya, asupan gizi dalam tubuh menurun pula.
Padahal tiga tahun pertama adalah golden period (masa keemasan) untuk pertumbuhan dan perkembangan anak di masa depan dan sangat bergantung pada asupan gizinya saat itu. Oleh karena itu, Moms harus mengonsumsi makanan yang bergizi agar kualitas ASI terjaga.
Diare, Tetap Berikan ASI
Bagaimana bila bayiku diare, apa boleh diberikan air putih? “Untuk bayi usia kurang dari 6 bulan, tetap berikan ASI saja. Memang, kebutuhan akan cairan saat diare akan meningkat, namun pemberian ASI cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Semakin sering si ibu menyusui maka semakin banyak pula ASI yang diproduksi, sehingga Ibu tidak perlu khawatir ASI-nya tidak cukup,” saran dr Yulia.
Ingat, kandungan ASI sudah lengkap, termasuk kandungan elektrolitnya. Sehingga, pemberian cairan elektrolit khusus bayi tetap tidak disarankan.
Boleh Diperkenalkan lebih dari 6 Bulan
Pemberian air putih mulai dapat dilakukan saat bayi memasuki usia di atas 6 bulan, dimana MPASI (Makanan Pendamping ASI) mulai diperkenalkan. Selain itu pada usia lebih dari 6 bulan, organ bayi dianggap ‘siap’ untuk mencerna makanan dan minuman selain ASI.
Selain itu, ada beberapa penelitian menyebutkan bahwa pada kasus tertentu -seperti cuaca panas atau konstipasi- pemberian air pada bayi diperbolehkan.
Namun, pemberian air itu cukup berkisar satu sendok makan setiap pemberiannya. Sebaiknya, gunakan sendok, bukan dot/botol guna menghindari kehilangan kontrol berapa banyak air putih yang sudah diminum bayi, jangan sampai kebanyakan.
Misalnya yang terjadi di John Hopkins Children’ Center, sebuah rumah sakit di Amerika, seperti dikutip dari situsnya. Pada musim panas, banyak bayi yang dibawa ke ruang gawat darurat oleh orangtua yang panik karena bayi mereka kejang. Belakangan diketahui bahwa hal itu disebabkan oleh asupan air putih yang terlalu banyak.
Hmm, Anda tak mau hal itu terjadi pada si kecil, bukan?
Air Tajin, Tak Dianjurkan!
Pemberian air tajin (air rebusan beras) masih jamak ditemukan di masyarakat. Menyikapi hal ini, dr Yulia menegaskan bahwa air tajin tetap tidak dianjurkan untuk diberikan pada bayi usia kurang dari 6 bulan.
Banyak ibu-ibu memberikan air tajin bila anaknya terserang diare guna mengatasi dehidrasi. Banyak pula yang mencampurkan air tajin pada makanan bayinya saat si kecil berusia lebih dari 6 bulan.
Dikatakan dr. Yulia, komposisi air tajin tidak lain hanyalah karbohidrat. Memang, air tajin lebih baik dibandingkan dengan air putih yang tidak mengandung zat gizi dan hanya beberapa jenis elektrolit.
Walau begitu, bagi bayi lebih dari 6 bulan yang selalu diberikan air tajin, yang akan terpenuhi hanyalah kebutuhan karbohidratnya. Hasilnya, bayi bisa menjadi gemuk tanpa ada ‘isi’nya. Untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak, yang dibutuhkan bukanlah karbohidrat saja. Protein, lemak, serat, zat gizi makro dan mikro pun berperan penting.
Jadi, bijaklah dalam memilih makanan/minuman untuk dikonsumsi si kecil dalam masa tumbuh kembang-nya. (Sumber: Tabloid Mom/Kiddie)
Dikutip dari : www.dranak.blogspot.com
Jadwal MPASI
Jadwal Pemberian Makanan Bayi Berdasarkan Rekomendasi IDAI
* 0-4 bulan ASI On demand
* 4-6 bulan (bertahap)
Pukul 06.00 (bangun tidur) ASI
Pukul 08.00 (makan pagi) Bubur Susu
Pkl. 10.00 Buah segar/biskuit
Pkl. 12.00 (makan siang) ASI
Pkl. 14.00 (sebelum tidur siang) ASI
Pkl. 16.00 Buah segar/biskuit
Pkl. 18.00 (makan malam) Bubur susu
Pkl. 21.00 ASI
* 6-9 Bulan (Bertahap)
Pukul 06.00 (bangun tidur) ASI/PASI
Pukul 08.00 (makan pagi) Bubur→ nasi tim
Pkl. 10.00 Buah segar/Biskuit
Pkl. 12.00 (makan siang) Bubur→ nasi tim
Pkl. 14.00 (sebelum tidur siang) ASI/PASI
Pkl. 16.00 Buah segar/biskuit
Pkl. 18.00 (makan malam) Bubur→ nasi tim
Pkl. 21.00 ASI/PASI
* 9-12 Bulan (Bertahap)
Pukul 06.00 (bangun tidur) ASI/PASI
Pukul 08.00 (makan pagi) Nasi Tim→ makanan keluarga
Pkl. 10.00 Buah segar/biskuit
Pkl. 12.00 (makan siang) Nasi tim→ makanan keluarga
Pkl. 14.00 (sebelum tidur siang) ASI/PASI
Pkl. 16.00 Buah segar/Biskuit
Pkl. 18.00 (makan malam) Nasi tim→ makanan keluarga
Pkl. 21.00 ASI/PASI
* > 12 bulan
Pukul 06.00 (bangun tidur) ASI/PASI
Pukul 08.00 (makan pagi) Makanan Keluarga
Pkl. 10.00 Snack
Pkl. 12.00 (makan siang) Makanan Keluarga
Pkl. 14.00 (sebelum tidur siang) -
Pkl. 16.00 Snack
Pkl. 18.00 (makan malam) Makanan Keluarga
Pkl. 21.00 ASI/PASI
@Sumber: Ikatan Dokter Anak Indonesia
* 0-4 bulan ASI On demand
* 4-6 bulan (bertahap)
Pukul 06.00 (bangun tidur) ASI
Pukul 08.00 (makan pagi) Bubur Susu
Pkl. 10.00 Buah segar/biskuit
Pkl. 12.00 (makan siang) ASI
Pkl. 14.00 (sebelum tidur siang) ASI
Pkl. 16.00 Buah segar/biskuit
Pkl. 18.00 (makan malam) Bubur susu
Pkl. 21.00 ASI
* 6-9 Bulan (Bertahap)
Pukul 06.00 (bangun tidur) ASI/PASI
Pukul 08.00 (makan pagi) Bubur→ nasi tim
Pkl. 10.00 Buah segar/Biskuit
Pkl. 12.00 (makan siang) Bubur→ nasi tim
Pkl. 14.00 (sebelum tidur siang) ASI/PASI
Pkl. 16.00 Buah segar/biskuit
Pkl. 18.00 (makan malam) Bubur→ nasi tim
Pkl. 21.00 ASI/PASI
* 9-12 Bulan (Bertahap)
Pukul 06.00 (bangun tidur) ASI/PASI
Pukul 08.00 (makan pagi) Nasi Tim→ makanan keluarga
Pkl. 10.00 Buah segar/biskuit
Pkl. 12.00 (makan siang) Nasi tim→ makanan keluarga
Pkl. 14.00 (sebelum tidur siang) ASI/PASI
Pkl. 16.00 Buah segar/Biskuit
Pkl. 18.00 (makan malam) Nasi tim→ makanan keluarga
Pkl. 21.00 ASI/PASI
* > 12 bulan
Pukul 06.00 (bangun tidur) ASI/PASI
Pukul 08.00 (makan pagi) Makanan Keluarga
Pkl. 10.00 Snack
Pkl. 12.00 (makan siang) Makanan Keluarga
Pkl. 14.00 (sebelum tidur siang) -
Pkl. 16.00 Snack
Pkl. 18.00 (makan malam) Makanan Keluarga
Pkl. 21.00 ASI/PASI
@Sumber: Ikatan Dokter Anak Indonesia
MPASI 6 BULAN TAHAP 2 (SETELAH PENGENALAN RASA)
**Bubur Oatmeal
2 sdm Havermuth atau Quick Oats diblender
70 cc air
2 sdm ASI atau susu formula bubuk
Campurkan havermuth dengan air. Masak dalam panci kecil sampai mendidih, kecilkan api, aduk dan masak dengan api kecil selama 5 menit.
Matikan kompor, dinginkan.
Setelah dingin campurkan ASI/susu bubuk aduk rata. Sajikan segera, atau dinginkan atau bekukan terlebih dahulu.
** Bubur Havermut rasa bawang (untuk yang terkena flu)
2 sdm havermut larutkan dengan air secukupnya
150 ml air matang
1 siung Bawang putih cincang halus
Masukkan air matang ke dalam panci bersama bawang masak hingga mendidih dan bawang wangi
Masukkan havermut
Jerang diatas api kecil, aduk2 hingga matang
Bawang putih dapat diganti dengan daun bawang/seledri/bawang merah/daun salam.
PUREE SAYUR
Brokoli dan bayam yang sudah dihangatkan, harus di makan dalam waktu 4 jam. Tidak boleh dibekukan dan dihangatkan kembali. Harus langsung di makan.
Kaldu Sayur / Vegetable Stock (Bisa dibekukan selama 1 minggu)
1 bawang Bombay dikupas
125 gram wortel dikupas
1 ikat celery
175 gram ubi manis dikupas
25 gram butter
Sedikit parsley segar
1 lembar daun bay leaf / daun salam
6 lada
900 mili air
Semua sayur di potong
Lelehkan butter di panci besar dan tumis bawang Bombay 5 menit.
Tambahkan semua bahan, tutup dengan air.
Didihkan dan kecilkan api selama 1 jam.
Peras air dari sayur2 yang ada dan simpan kaldu
**Puree Zucchini/courgette
2 potong zucchini
Buang kedua ujung nya dan potong2.
Tidak perlu dikupas kulit nya karena lembut tekstur nya.
Dikukus sampai lembut (10 menit) dan blender.
Tidak perlu dicampur lagi dengan air.
**Puree Kacang Polong
100 gram kacang polong beku
(kalau kacang polong segar, masak selama 12-15 menit)
Masukkan kacang polong ke dalam air, didihkan.
Kecilkan api dan tutup selama 4 menit sampai kacang polong lunak.
Keringkan dan simpan air bekas mendidihkan.
Hancurkan (jangan diblender) lalu saring supaya kulit tidak ikut termakan (khususnya untuk bayi usia di bawah 8 bulan) dan tambahkan air bekas didihan.
Cocok untuk dikombinasikan dengan kentang, ubi, wortel.
**Puree Tomat
2 tomat
Sedikit butter
Masukkan tomat ke air mendidih selama 30 detik
Pindahkan ke air dingin
Buang kulit nya dan biji nya.
Cincang kasar
Lumerkan sedikit butter di panic dan tumis tomat
Blender tomat.
Cocok untuk dikombinasi dengan kentang, kembang kola tau zukini.
**Puree Kembang kol
Tidak bisa dibekukan.
Harus disantap dalam waktu 3 jam.
100 gram kembang kol
Cuci yang bersih
Potong kecil kecil bunga nya
Kukus (10 menit)
Blender dan tambahkan air dari bekas kukusan atau air matang atau susu.
Sangat enak bila dicampur dengan sayur umbi2 an seperti puree wortel, puree ubi
PUREE SAYUR + SAYUR
** Puree Ubi Merah + Kembang Kol
50 gr ubi jalar merah kupas, potong-potong
1 kuntum kecil kembang kol
3 sdm cairan (air masak/ASI)
Kukus ubi jalar merah dan kembang kol hingga empuk.
Setelah hangat, blender ubi, kembang kol dan cairan hingga lembut. Tuang ke mangkuk bayi.
** Puree Salada air (watercress) + Kentang + Zucchini
Salada air mengandung kalsium dan zat besi. Dapat bercampur baik dengan sayuran lain sehingga menjadi puree hijau yang menarik
300 gram kentang
300 mili kaldu sayur
100 gram zukini
1 ikat kecil watercress buang batang
Susu
Rebus kentang dan isi dengan air kaldu sayur selama 5 menit.
Tambahkan potongan zukini dan rebus lagi selama 5 menit.
Tambahkan daun salada air/watercress dan rebus selama 3 menit.
Puree (jangan diblender) dan tambahkan susu sampai kekentalan yang diinginkan
2 sdm Havermuth atau Quick Oats diblender
70 cc air
2 sdm ASI atau susu formula bubuk
Campurkan havermuth dengan air. Masak dalam panci kecil sampai mendidih, kecilkan api, aduk dan masak dengan api kecil selama 5 menit.
Matikan kompor, dinginkan.
Setelah dingin campurkan ASI/susu bubuk aduk rata. Sajikan segera, atau dinginkan atau bekukan terlebih dahulu.
** Bubur Havermut rasa bawang (untuk yang terkena flu)
2 sdm havermut larutkan dengan air secukupnya
150 ml air matang
1 siung Bawang putih cincang halus
Masukkan air matang ke dalam panci bersama bawang masak hingga mendidih dan bawang wangi
Masukkan havermut
Jerang diatas api kecil, aduk2 hingga matang
Bawang putih dapat diganti dengan daun bawang/seledri/bawang merah/daun salam.
PUREE SAYUR
Brokoli dan bayam yang sudah dihangatkan, harus di makan dalam waktu 4 jam. Tidak boleh dibekukan dan dihangatkan kembali. Harus langsung di makan.
Kaldu Sayur / Vegetable Stock (Bisa dibekukan selama 1 minggu)
1 bawang Bombay dikupas
125 gram wortel dikupas
1 ikat celery
175 gram ubi manis dikupas
25 gram butter
Sedikit parsley segar
1 lembar daun bay leaf / daun salam
6 lada
900 mili air
Semua sayur di potong
Lelehkan butter di panci besar dan tumis bawang Bombay 5 menit.
Tambahkan semua bahan, tutup dengan air.
Didihkan dan kecilkan api selama 1 jam.
Peras air dari sayur2 yang ada dan simpan kaldu
**Puree Zucchini/courgette
2 potong zucchini
Buang kedua ujung nya dan potong2.
Tidak perlu dikupas kulit nya karena lembut tekstur nya.
Dikukus sampai lembut (10 menit) dan blender.
Tidak perlu dicampur lagi dengan air.
**Puree Kacang Polong
100 gram kacang polong beku
(kalau kacang polong segar, masak selama 12-15 menit)
Masukkan kacang polong ke dalam air, didihkan.
Kecilkan api dan tutup selama 4 menit sampai kacang polong lunak.
Keringkan dan simpan air bekas mendidihkan.
Hancurkan (jangan diblender) lalu saring supaya kulit tidak ikut termakan (khususnya untuk bayi usia di bawah 8 bulan) dan tambahkan air bekas didihan.
Cocok untuk dikombinasikan dengan kentang, ubi, wortel.
**Puree Tomat
2 tomat
Sedikit butter
Masukkan tomat ke air mendidih selama 30 detik
Pindahkan ke air dingin
Buang kulit nya dan biji nya.
Cincang kasar
Lumerkan sedikit butter di panic dan tumis tomat
Blender tomat.
Cocok untuk dikombinasi dengan kentang, kembang kola tau zukini.
**Puree Kembang kol
Tidak bisa dibekukan.
Harus disantap dalam waktu 3 jam.
100 gram kembang kol
Cuci yang bersih
Potong kecil kecil bunga nya
Kukus (10 menit)
Blender dan tambahkan air dari bekas kukusan atau air matang atau susu.
Sangat enak bila dicampur dengan sayur umbi2 an seperti puree wortel, puree ubi
PUREE SAYUR + SAYUR
** Puree Ubi Merah + Kembang Kol
50 gr ubi jalar merah kupas, potong-potong
1 kuntum kecil kembang kol
3 sdm cairan (air masak/ASI)
Kukus ubi jalar merah dan kembang kol hingga empuk.
Setelah hangat, blender ubi, kembang kol dan cairan hingga lembut. Tuang ke mangkuk bayi.
** Puree Salada air (watercress) + Kentang + Zucchini
Salada air mengandung kalsium dan zat besi. Dapat bercampur baik dengan sayuran lain sehingga menjadi puree hijau yang menarik
300 gram kentang
300 mili kaldu sayur
100 gram zukini
1 ikat kecil watercress buang batang
Susu
Rebus kentang dan isi dengan air kaldu sayur selama 5 menit.
Tambahkan potongan zukini dan rebus lagi selama 5 menit.
Tambahkan daun salada air/watercress dan rebus selama 3 menit.
Puree (jangan diblender) dan tambahkan susu sampai kekentalan yang diinginkan
PUREE SAYUR + BUAH
** Puree Kentang Pisang
½ pisang ambon dikeruk dan dihaluskan
1 kentang dikupas dan direbus
30-40 ml susu
Kentang diblender ampe halus trus dicampur susu & pisang
**Puree Kentang Apel
½ apel dikupas dan direbus 10 menit
1 kentang dikupas dan direbus
30-40 ml susu
Kentang & apel diblender ampe halus trus dicampur susu
**Puree Ubi Pisang
1 ubi jalar direbus
½ pisang ambon dikeruk dan dihaluskan
30-40 ml susu
Ubi dan pisang diblender trus dicampur susu
**Puree Apel + Ubi Merah
Untuk 2 porsi
Nilai gizi per porsi:
Energi: 91 Kkal
Protein: 2,6 g
Lemak: 1,1 g
Karbohidrat: 17,7 g
100 g ubi merah, kupas, iris kecil
60 g apel, kupas, iris kecil
100 g air matang
200 ml ASI ( 2 sdm susu bubuk formula I seduh dengan 200 cc air matang)
Rebus ubi merah dan apel hingga lunak. Angkat dan dinginkan.
Masukkan ke dalam blender, haluskan. Tuang ASI atau susu formula I cair, aduk rata.
** Puree Kentang + Melon
Untuk 1 porsi
Nilai gizi per porsi:
Energi: 120 Kkal
Protein: 1,1 g
Lemak: 3,9 g
Karbohidrat: 17,1 g
1 bh kentang, rebus, kupas, haluskan
50 g melon oranye, rebus 1 menit, haluskan
100 ml ASI (3 takar peres susu formula lanjutan, larutkan ke dalam 90 ml air matang)
Campur kentang dan melon, aduk rata.
Tuangkan ASI atau susu formula lanjutan yang telah dilarutkan. Aduk rata.
Berikan pada bayi dalam keadaan hangat.
PUREE BUAH
** Puree Peach
2 peach
Didihkan air
Guratkan bentuk tambah (+) di kulit peach
Lalu masukkan ke dalam air mendidih selama 1 menit
Lalu masukkan ke air dingin.
Kupas kulit nya dan potong peach, buang biji.
Kukus peach selama beberapa menit sampai lunak
Lalu di blender
** Puree Cantaloupe Melon (kulit hijau dengan daging orange) / Honeydew
½ cantaloupe melon
Buang iji, sendok daging buah keluar dan blender
Puree Plum
2 plum matang
Didihkan air
Guratkan bentuk tambah (+) di kulit peach
Lalu masukkan ke dalam air mendidih selama 1 menit
Lalu masukkan ke air dingin.
Kupas kulit nya dan potong peach, buang biji.
Kukus peach selama beberapa menit sampai lunak
Lalu di blender
Cocok untuk dicampur dengan bubur susu, puree pisang atau yoghurt
** Puree Alpukat
1 buah alpukat matang
ASI
Buang biji alpukat, lalu haluskan daging buahnya.
Campurkan dengan ASI atau susu formula dengan kekentalan yang diinginkan.
Saran Penyajian: Berikan puree alpukat sebagai makanan tunggal atau campur dengan puree pisang
Variasi: Buah alpukat dikeruk halus dan harus langsung sajikan. Jangan dibekukan
PUREE BUAH + BUAH
** Puree Apel Pisang
½ pisang ambon mateng dikeruk & dihaluskan
½ apel merah direbus 10 menit
30-40 ml susu
Apel diblender trus dicampur pisang & susu.
KOMBINASI PUREE YANG ENAK
** Puree Apel +Pear
** Puree peach + pisang
** Puree peach + apel + pear
** Pure Pisang + Apel + Pear
(3 Fruit Puree)
Puree Pear
Puree Apel
½ pisang yang dihancurkan
Masukkan campuran puree pear dan apel dan pisang yang sudah dihancurkan
Sumber : www.kaylarachmavikaputri.blogspot.com
** Puree Kentang Pisang
½ pisang ambon dikeruk dan dihaluskan
1 kentang dikupas dan direbus
30-40 ml susu
Kentang diblender ampe halus trus dicampur susu & pisang
**Puree Kentang Apel
½ apel dikupas dan direbus 10 menit
1 kentang dikupas dan direbus
30-40 ml susu
Kentang & apel diblender ampe halus trus dicampur susu
**Puree Ubi Pisang
1 ubi jalar direbus
½ pisang ambon dikeruk dan dihaluskan
30-40 ml susu
Ubi dan pisang diblender trus dicampur susu
**Puree Apel + Ubi Merah
Untuk 2 porsi
Nilai gizi per porsi:
Energi: 91 Kkal
Protein: 2,6 g
Lemak: 1,1 g
Karbohidrat: 17,7 g
100 g ubi merah, kupas, iris kecil
60 g apel, kupas, iris kecil
100 g air matang
200 ml ASI ( 2 sdm susu bubuk formula I seduh dengan 200 cc air matang)
Rebus ubi merah dan apel hingga lunak. Angkat dan dinginkan.
Masukkan ke dalam blender, haluskan. Tuang ASI atau susu formula I cair, aduk rata.
** Puree Kentang + Melon
Untuk 1 porsi
Nilai gizi per porsi:
Energi: 120 Kkal
Protein: 1,1 g
Lemak: 3,9 g
Karbohidrat: 17,1 g
1 bh kentang, rebus, kupas, haluskan
50 g melon oranye, rebus 1 menit, haluskan
100 ml ASI (3 takar peres susu formula lanjutan, larutkan ke dalam 90 ml air matang)
Campur kentang dan melon, aduk rata.
Tuangkan ASI atau susu formula lanjutan yang telah dilarutkan. Aduk rata.
Berikan pada bayi dalam keadaan hangat.
PUREE BUAH
** Puree Peach
2 peach
Didihkan air
Guratkan bentuk tambah (+) di kulit peach
Lalu masukkan ke dalam air mendidih selama 1 menit
Lalu masukkan ke air dingin.
Kupas kulit nya dan potong peach, buang biji.
Kukus peach selama beberapa menit sampai lunak
Lalu di blender
** Puree Cantaloupe Melon (kulit hijau dengan daging orange) / Honeydew
½ cantaloupe melon
Buang iji, sendok daging buah keluar dan blender
Puree Plum
2 plum matang
Didihkan air
Guratkan bentuk tambah (+) di kulit peach
Lalu masukkan ke dalam air mendidih selama 1 menit
Lalu masukkan ke air dingin.
Kupas kulit nya dan potong peach, buang biji.
Kukus peach selama beberapa menit sampai lunak
Lalu di blender
Cocok untuk dicampur dengan bubur susu, puree pisang atau yoghurt
** Puree Alpukat
1 buah alpukat matang
ASI
Buang biji alpukat, lalu haluskan daging buahnya.
Campurkan dengan ASI atau susu formula dengan kekentalan yang diinginkan.
Saran Penyajian: Berikan puree alpukat sebagai makanan tunggal atau campur dengan puree pisang
Variasi: Buah alpukat dikeruk halus dan harus langsung sajikan. Jangan dibekukan
PUREE BUAH + BUAH
** Puree Apel Pisang
½ pisang ambon mateng dikeruk & dihaluskan
½ apel merah direbus 10 menit
30-40 ml susu
Apel diblender trus dicampur pisang & susu.
KOMBINASI PUREE YANG ENAK
** Puree Apel +Pear
** Puree peach + pisang
** Puree peach + apel + pear
** Pure Pisang + Apel + Pear
(3 Fruit Puree)
Puree Pear
Puree Apel
½ pisang yang dihancurkan
Masukkan campuran puree pear dan apel dan pisang yang sudah dihancurkan
Sumber : www.kaylarachmavikaputri.blogspot.com
RESEP MPASI 6 BULAN/FIRST STAGE WEANING (PENGENALAN RASA)
SEREALIA (tepung beras merah, tepung beras putih, havermuth)
Bahan :
- 2 sdm / 30 gr tepung beras merah/putih
- ASIP/susu formula secukupnya (30-50 cc)
- 250 cc air matang + 50 cc air matang
Cara membuat:
Campur 30 gr tepung beras dengan 50 cc air dan diaduk agar tidak menggumpal
Masukkan 250 cc air ke panci dan panaskan sebentar
Masukkan campuran air+tepung beras ke panci lalu jerang di atas api kecil sampai mendidih. Teruskan mengaduk hingga mengental
Masukkan ASIP yang telah dihangatkan terlebih dahulu ke dalam botol bersendok Pigeon
setelah bubur kental, dinginkan sebentar hingga suhunya menjadi hangat = suhu ASIP yang dihangatkan. Lalu masukkan bubur kental tersebut ke botol bersendok yang telah berisi ASIP. Aduk perlahan-lahan agar nutrisi ASIP tidak rusak
Siap dinikmati
Bahan :
- 2 sdm / 30 gr tepung beras merah/putih
- ASIP/susu formula secukupnya (30-50 cc)
- 250 cc air matang + 50 cc air matang
Cara membuat:
Campur 30 gr tepung beras dengan 50 cc air dan diaduk agar tidak menggumpal
Masukkan 250 cc air ke panci dan panaskan sebentar
Masukkan campuran air+tepung beras ke panci lalu jerang di atas api kecil sampai mendidih. Teruskan mengaduk hingga mengental
Masukkan ASIP yang telah dihangatkan terlebih dahulu ke dalam botol bersendok Pigeon
setelah bubur kental, dinginkan sebentar hingga suhunya menjadi hangat = suhu ASIP yang dihangatkan. Lalu masukkan bubur kental tersebut ke botol bersendok yang telah berisi ASIP. Aduk perlahan-lahan agar nutrisi ASIP tidak rusak
Siap dinikmati
SAYURAN (Ubi jalar, labu parang/butternut squash, labu kabocha kulit hijau, kacang hijau, kentang)
Untuk awal perkenalan Mpasi, sayuran seperti umbi-umbian sangat cocok seperti ubi, wortel karena rasa manis alami yang dimiliki. Dikukus dulu untuk tujuan penyimpanan dalam jumlah yg bisa utk disimpan beberapa hari ke depan karena akan menjadi padat dan tidak mengendap serta tidak berubah warna.
** Puree Ubi
1/2 - 1 buah ubi jalar ukuran sedang
air secukupnya cukup untuk menggenangi ubi)
Buah dikupas, cuci sampai bersih.
Potong menjadi 4 bagian.
Kukus/rebus di atas api sedang selama 5-10 menit.
Angkat dan tiriskan. Setelah dingin, haluskan dengan blender, tambahkan air bekas kukusan atau air matang atau ASI/susu formula sampai kekentalan yang diinginkan
** Puree Labu Kabocha/ Labu Parang / butternut squash
Sumber karbohidrat
50 gram labu kuning/labu parang
air secukupnya (cukup untuk menggenangi labu)
Buah dikupas, cuci sampai bersih.
Potong menjadi 4 bagian/ kotak kotak kecil
Kukus/rebus di atas api sedang selama 5-10 menit.
Angkat dan tiriskan. Setelah dingin, haluskan dengan blender, tambahkan air bekas kukusan atau air matang atau ASI/susu formula sampai kekentalan yang diinginkan
** Puree Kacang Hijau
1/4 cangkir kacang hijau
100 cc air
Cuci sampai bersih kacang hijau
Rebus di atas api sedang selama 15-20 menit.
Angkat dan tiriskan. Setelah dingin,
Haluskan (jgn diblender) lalu saring supaya kulit tidak ikut termakan (khususnya untuk bayi usia di bawah 8 bulan)
tambahkan air bekas kukusan atau air matang atau ASI/susu formula sampai kekentalan yang diinginkan
** Puree Kentang
Sumber karbohidrat (kentang kurang bergizi)
Kentang tidak boleh diblender
1/2 - 1 buah kentang ukuran sedang
air secukupnya (cukup untuk menggenangi kentang)
Buah dikupas, cuci sampai bersih.
Potong menjadi 4 bagian.
Kukus/rebus di atas api sedang selama 5-10 menit.
Angkat dan tiriskan. Setelah dingin, hancurkan kentang sampai halus. tambahkan air matang atau ASI/susu formula sampai kekentalan yang diinginkan
PUREE BUAH
Dikukus dulu untuk tujuan penyimpanan dalam jumlah yg bisa utk disimpan beberapa hari ke depan karena akan menjadi padat dan tidak mengendap serta tidak berubah warna.
** Puree Apel Fuji/ Manalagi
1/2-1 buah apel matang ukuran sedang yang manis
ASI
Buah dikupas, buang bagian tengahnya, cuci sampai bersih.
Potong menjadi 4 bagian.
Untuk awal perkenalan Mpasi, sayuran seperti umbi-umbian sangat cocok seperti ubi, wortel karena rasa manis alami yang dimiliki. Dikukus dulu untuk tujuan penyimpanan dalam jumlah yg bisa utk disimpan beberapa hari ke depan karena akan menjadi padat dan tidak mengendap serta tidak berubah warna.
** Puree Ubi
1/2 - 1 buah ubi jalar ukuran sedang
air secukupnya cukup untuk menggenangi ubi)
Buah dikupas, cuci sampai bersih.
Potong menjadi 4 bagian.
Kukus/rebus di atas api sedang selama 5-10 menit.
Angkat dan tiriskan. Setelah dingin, haluskan dengan blender, tambahkan air bekas kukusan atau air matang atau ASI/susu formula sampai kekentalan yang diinginkan
** Puree Labu Kabocha/ Labu Parang / butternut squash
Sumber karbohidrat
50 gram labu kuning/labu parang
air secukupnya (cukup untuk menggenangi labu)
Buah dikupas, cuci sampai bersih.
Potong menjadi 4 bagian/ kotak kotak kecil
Kukus/rebus di atas api sedang selama 5-10 menit.
Angkat dan tiriskan. Setelah dingin, haluskan dengan blender, tambahkan air bekas kukusan atau air matang atau ASI/susu formula sampai kekentalan yang diinginkan
** Puree Kacang Hijau
1/4 cangkir kacang hijau
100 cc air
Cuci sampai bersih kacang hijau
Rebus di atas api sedang selama 15-20 menit.
Angkat dan tiriskan. Setelah dingin,
Haluskan (jgn diblender) lalu saring supaya kulit tidak ikut termakan (khususnya untuk bayi usia di bawah 8 bulan)
tambahkan air bekas kukusan atau air matang atau ASI/susu formula sampai kekentalan yang diinginkan
** Puree Kentang
Sumber karbohidrat (kentang kurang bergizi)
Kentang tidak boleh diblender
1/2 - 1 buah kentang ukuran sedang
air secukupnya (cukup untuk menggenangi kentang)
Buah dikupas, cuci sampai bersih.
Potong menjadi 4 bagian.
Kukus/rebus di atas api sedang selama 5-10 menit.
Angkat dan tiriskan. Setelah dingin, hancurkan kentang sampai halus. tambahkan air matang atau ASI/susu formula sampai kekentalan yang diinginkan
PUREE BUAH
Dikukus dulu untuk tujuan penyimpanan dalam jumlah yg bisa utk disimpan beberapa hari ke depan karena akan menjadi padat dan tidak mengendap serta tidak berubah warna.
** Puree Apel Fuji/ Manalagi
1/2-1 buah apel matang ukuran sedang yang manis
ASI
Buah dikupas, buang bagian tengahnya, cuci sampai bersih.
Potong menjadi 4 bagian.
Kukus di atas api sedang selama 5-10 menit.
Angkat dan tiriskan. Setelah dingin, haluskan dengan blender, tambahkan air matang atau ASI/susu formula sampai kekentalan yang diinginkan. Kemudian saring dengan menggunakan saringan kawat.
** Puree Pear Xiang Lie
1/2-1 buah Pir matang ukuran sedang
ASI
Buah dikupas, buang bagian tengahnya, cuci sampai bersih.
Potong menjadi 4 bagian.
Kukus di atas api sedang selama 5-10 menit.
Angkat dan tiriskan. Setelah dingin, haluskan dengan blender, tambahkan air matang atau ASI/susu formula sampai kekentalan yang diinginkan. Kemudian saring dengan menggunakan saringan kawat.
** Puree Papaya
1/2 Papaya ukuran sedang
ASI
Potong papaya dan buang biji
Buah papaya dikeruk dan haluskan (tdk usah dikukus)
tambah ASI secukup nya
**Puree Pisang ambon/ mas
Tidak boleh dibekukan dan jangan di makan tengah nya pisang karena yang tengah itu bikin sembelit
Kalau anaknya sembelit, jangan dikasih sampai bulan 7
Bahan:
Pisang
ASI
Pisang dikupas dan potong-potong. (tdk usah dikukus)
Angkat dan tiriskan. Setelah dingin, haluskan dengan blender, tambahkan air matang atau ASI/susu formula sampai kekentalan yang diinginkan. Kemudian saring dengan menggunakan saringan kawat.
** Puree Pear Xiang Lie
1/2-1 buah Pir matang ukuran sedang
ASI
Buah dikupas, buang bagian tengahnya, cuci sampai bersih.
Potong menjadi 4 bagian.
Kukus di atas api sedang selama 5-10 menit.
Angkat dan tiriskan. Setelah dingin, haluskan dengan blender, tambahkan air matang atau ASI/susu formula sampai kekentalan yang diinginkan. Kemudian saring dengan menggunakan saringan kawat.
** Puree Papaya
1/2 Papaya ukuran sedang
ASI
Potong papaya dan buang biji
Buah papaya dikeruk dan haluskan (tdk usah dikukus)
tambah ASI secukup nya
**Puree Pisang ambon/ mas
Tidak boleh dibekukan dan jangan di makan tengah nya pisang karena yang tengah itu bikin sembelit
Kalau anaknya sembelit, jangan dikasih sampai bulan 7
Bahan:
Pisang
ASI
Pisang dikupas dan potong-potong. (tdk usah dikukus)
Haluskan dengan garpu/saringan kawat/blender.
Tambahkan ASI atau susu formula untuk mengencerkan. Kemudian saring dengan menggunakan saringan kawat.
Atau Puree pear dan pisang diblender sampai halus lalu aduk dengan puree apel
SEREALIA + SAYUR
** Bubur Tepung Beras Isi Sayur
Bubur :
40 gr Tepung Beras.
400 ml air
Campur tepung beras dengan sedikit air, aduk rata.
Didihkan sisa air , Masukkan cairan tepung beras, aduk hingga kental, angkat.
Sayuran :
Kupas, cuci dan potong-potong. Potongan sayur secukupnya, masukkan ke panci. Airnya jangan penuh, cukup sepertiga saja. Kalau airnya menipis, ditambah saja. Jangan lupa, tutup pancinya rapat rapat, agar vitaminnya tak ikut terbang bersama uap air rebusan. Tambahkan air kaldu jika perlu. (sayuran juga bisa dimasak dengan cara dikukus dalam uap panas, hal ini lebih baik karena vitamin yang dikandung tidak mudah hilang seperti kalau direbus)
Sisa air rebusan bisa ditampung dalam gelas. Ini jaga jaga kalau bubur bikinan kita, kekurangan air, misalnya.
Setelah empuk alias masak, blender saja sayuran tadi, sampai halus. Kalau kurang air, kucurkan saja air bekas rebusan yang ditampung di dalam gelas tadi
Wortel kukus baru boleh diberikan pada bayi umur 8 bulan+ karenan kandungan nitrat yang tinggi. Begitu juga dengan bayam, hati, dan brokoli kukus baru boleh diberikan pada bayi berumur 7 bulan +
Jangan gunakan air rebusan wortel/bayam/brokoli untuk tambahan air pada saat pengolahan bubur, dan juga jangan gunakan air rebusan tersebut untuk merebus bahan lain.
Untuk bayi yang baru belajar makan, bubur tepung beras dicampur dengan ASI/cairan lain (jus jeruk misalnya) hingga encer. Tingkatkan kepekatan perlahan-lahan setiap hari.
** Bursu + Brokoli
2 sdm tepung beras merah
50 gr brokoli
50 ml air
50 ml ASI/formula
Bersihkan brokoli per kuntum, cuci bersih lalu dikukus. Setelah matang campur dengan air dan dihaluskan dengan menggunakan blender.
Siapkan panci tuang hasil blender brokili dan tepung beras merah, masak dalam api kecil hingga matang dan kental.
Setelah agak dingin campur dengan ASI, saring dengan menggunakan saringan kawat.
** Bursu + sawi putih
2 sdm tepung beras merah
50 gr sawi putih iris kecil
50 ml air
50 ml ASI/formula
Sawi putih yang sudah diiris kecil, buang bagian kerasnya cuci bersih lalu dikukus. Setelah matang campur dengan air dan dihaluskan dengan menggunakan blender.
Siapkan panci tuang hasil blender sawi putih dan tepung beras merah, masak dalam api kecil hingga matang dan kental.
Setelah agak dingin campur dengan ASI, saring dengan menggunakan saringan kawat.
**Bursu + Caisim
2 sdm tepung beras merah
50 gr caisim iris kecil
50 ml air
50 ml ASI/formula
Cara Membuat :
Caisim yang sudah diiris kecil, buang bagian kerasnya cuci bersih lalu dikukus. Setelah matang campur dengan air dan dihaluskan dengan menggunakan blender.
Siapkan panci tuang hasil blender caisim dan tepung beras merah, masak dalam api kecil hingga matang dan kental.
Setelah agak dingin campur dengan ASI, saring dengan menggunakan saringan kawat.
** Bursu + Zucchini
Dapat dicampur dengan puree ubi, puree wortel dan bubur susu
SEREALIA + BUAH (CREAM OF FRUIT)
** Bursu + Sari Jeruk
(1 porsi)
20 gr Tepung Beras
200 ml air
ASI atau 6 sendok takar susu formula bubuk
50 ml air jeruk manis.
Campur tepung beras & air, aduk rata, jerang di atas api, aduk sampai mendidih, angkat. Tunggu sampai mendingin.
Masukkan ASI atau susu formula, aduk rata, tunggu sampai agak dingin.
Tuangi air jeruk manis, hidangkan segera.
** Bursu + Papaya
Untuk 1 porsi
Nilai gizi per porsi:
Energi: 109 Kkal
Protein: 1,5 g
Lemak: 3,8 g
Karbohidrat: 17,1 g
Tambahkan ASI atau susu formula untuk mengencerkan. Kemudian saring dengan menggunakan saringan kawat.
Atau Puree pear dan pisang diblender sampai halus lalu aduk dengan puree apel
SEREALIA + SAYUR
** Bubur Tepung Beras Isi Sayur
Bubur :
40 gr Tepung Beras.
400 ml air
Campur tepung beras dengan sedikit air, aduk rata.
Didihkan sisa air , Masukkan cairan tepung beras, aduk hingga kental, angkat.
Sayuran :
Kupas, cuci dan potong-potong. Potongan sayur secukupnya, masukkan ke panci. Airnya jangan penuh, cukup sepertiga saja. Kalau airnya menipis, ditambah saja. Jangan lupa, tutup pancinya rapat rapat, agar vitaminnya tak ikut terbang bersama uap air rebusan. Tambahkan air kaldu jika perlu. (sayuran juga bisa dimasak dengan cara dikukus dalam uap panas, hal ini lebih baik karena vitamin yang dikandung tidak mudah hilang seperti kalau direbus)
Sisa air rebusan bisa ditampung dalam gelas. Ini jaga jaga kalau bubur bikinan kita, kekurangan air, misalnya.
Setelah empuk alias masak, blender saja sayuran tadi, sampai halus. Kalau kurang air, kucurkan saja air bekas rebusan yang ditampung di dalam gelas tadi
Wortel kukus baru boleh diberikan pada bayi umur 8 bulan+ karenan kandungan nitrat yang tinggi. Begitu juga dengan bayam, hati, dan brokoli kukus baru boleh diberikan pada bayi berumur 7 bulan +
Jangan gunakan air rebusan wortel/bayam/brokoli untuk tambahan air pada saat pengolahan bubur, dan juga jangan gunakan air rebusan tersebut untuk merebus bahan lain.
Untuk bayi yang baru belajar makan, bubur tepung beras dicampur dengan ASI/cairan lain (jus jeruk misalnya) hingga encer. Tingkatkan kepekatan perlahan-lahan setiap hari.
** Bursu + Brokoli
2 sdm tepung beras merah
50 gr brokoli
50 ml air
50 ml ASI/formula
Bersihkan brokoli per kuntum, cuci bersih lalu dikukus. Setelah matang campur dengan air dan dihaluskan dengan menggunakan blender.
Siapkan panci tuang hasil blender brokili dan tepung beras merah, masak dalam api kecil hingga matang dan kental.
Setelah agak dingin campur dengan ASI, saring dengan menggunakan saringan kawat.
** Bursu + sawi putih
2 sdm tepung beras merah
50 gr sawi putih iris kecil
50 ml air
50 ml ASI/formula
Sawi putih yang sudah diiris kecil, buang bagian kerasnya cuci bersih lalu dikukus. Setelah matang campur dengan air dan dihaluskan dengan menggunakan blender.
Siapkan panci tuang hasil blender sawi putih dan tepung beras merah, masak dalam api kecil hingga matang dan kental.
Setelah agak dingin campur dengan ASI, saring dengan menggunakan saringan kawat.
**Bursu + Caisim
2 sdm tepung beras merah
50 gr caisim iris kecil
50 ml air
50 ml ASI/formula
Cara Membuat :
Caisim yang sudah diiris kecil, buang bagian kerasnya cuci bersih lalu dikukus. Setelah matang campur dengan air dan dihaluskan dengan menggunakan blender.
Siapkan panci tuang hasil blender caisim dan tepung beras merah, masak dalam api kecil hingga matang dan kental.
Setelah agak dingin campur dengan ASI, saring dengan menggunakan saringan kawat.
** Bursu + Zucchini
Dapat dicampur dengan puree ubi, puree wortel dan bubur susu
SEREALIA + BUAH (CREAM OF FRUIT)
** Bursu + Sari Jeruk
(1 porsi)
20 gr Tepung Beras
200 ml air
ASI atau 6 sendok takar susu formula bubuk
50 ml air jeruk manis.
Campur tepung beras & air, aduk rata, jerang di atas api, aduk sampai mendidih, angkat. Tunggu sampai mendingin.
Masukkan ASI atau susu formula, aduk rata, tunggu sampai agak dingin.
Tuangi air jeruk manis, hidangkan segera.
** Bursu + Papaya
Untuk 1 porsi
Nilai gizi per porsi:
Energi: 109 Kkal
Protein: 1,5 g
Lemak: 3,8 g
Karbohidrat: 17,1 g
1 sdm tepung beras merah
10 ml air matang
100 ml ASI (3 takar peres susu formula lanjutan, larutkan ke dalam 90 ml air matang)
50 g pepaya matang, potong kecil, haluskan
Larutkan tepung beras merah ke dalam air, aduk rata. Masak di atas api kecil hingga matang sambil diaduk agar tidak menggumpal.
Masukkan pepaya, masak sejenak. Angkat.
Tuangkan ASI atau susu formula lanjutan yang telah dilarutkan, aduk rata.
Berikan pada bayi Anda dalam keadaan hangat.
** Bursu + Pisang
(2 porsi)
30 gr Tepung Beras.
400 ml air.
ASI atau 12 sendok takar susu formula.
50 ml air.
50 gr pisang ambon, hancurkan dengan garpu.
Campur tepung beras dengan sedikit air, aduk rata.
10 ml air matang
100 ml ASI (3 takar peres susu formula lanjutan, larutkan ke dalam 90 ml air matang)
50 g pepaya matang, potong kecil, haluskan
Larutkan tepung beras merah ke dalam air, aduk rata. Masak di atas api kecil hingga matang sambil diaduk agar tidak menggumpal.
Masukkan pepaya, masak sejenak. Angkat.
Tuangkan ASI atau susu formula lanjutan yang telah dilarutkan, aduk rata.
Berikan pada bayi Anda dalam keadaan hangat.
** Bursu + Pisang
(2 porsi)
30 gr Tepung Beras.
400 ml air.
ASI atau 12 sendok takar susu formula.
50 ml air.
50 gr pisang ambon, hancurkan dengan garpu.
Campur tepung beras dengan sedikit air, aduk rata.
Didihkan sisa air, Masukkan cairan tepung beras, hingga kental, masukkan pisang masak sebentar, angkat.
Tambahkan ASI atau susu formula, aduk rata, tunggu sampai agak dingin.
** Bursu + Avocado
Untuk 2 porsi
Nilai gizi per porsi:
Energi: 96 Kkal
Protein: 3,1 g
Lemak: 1,3 g
Karbohidrat: 18,0 g
Tambahkan ASI atau susu formula, aduk rata, tunggu sampai agak dingin.
** Bursu + Avocado
Untuk 2 porsi
Nilai gizi per porsi:
Energi: 96 Kkal
Protein: 3,1 g
Lemak: 1,3 g
Karbohidrat: 18,0 g
2 sdm tepung beras putih
100 ml air matang
200 ml ASI (2 sdm susu formula I larutkan ke dalam 200 cc air)
60 g avokad, haluskan
Larutkan tepung beras putih ke dalam air, aduk hingga rata.
Jerang di atas api kecil hingga matang. Masukkan avokad, aduk rata. Angkat.
Tuangkan ASI atau susu formula I cair. Aduk hingga rata.
** Bursu + Apel + Pisang
Cocok untuk bayi diare
Sumber : www.kaylarachmavikaputri.blogspot.com
100 ml air matang
200 ml ASI (2 sdm susu formula I larutkan ke dalam 200 cc air)
60 g avokad, haluskan
Larutkan tepung beras putih ke dalam air, aduk hingga rata.
Jerang di atas api kecil hingga matang. Masukkan avokad, aduk rata. Angkat.
Tuangkan ASI atau susu formula I cair. Aduk hingga rata.
** Bursu + Apel + Pisang
Cocok untuk bayi diare
Sumber : www.kaylarachmavikaputri.blogspot.com
Tepung Gasol Sebagai MPASI
Tepung beras umum digunakan sebagai makanan pertama yang dikenalkan kepada bayi saat mulai makan makanan padat. Tepung beras sangat aman dan jarang menimbulkan alergi.
Setiap orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya, bayi yang berumur 0-6 bulan sudah tercukupi gizinya melalui asi tetapi setelah berusia diatas 6 bulan bayi mulai membutuhkan asupan lainnya yaitu MPASI (Makanan Pendamping Asi), untuk memperkenalkan makanan yang merupakan suatu hal baru bagi bayi anda, alangkah baiknya anda memperkenalkan makanan yang alami dan aman.
Tepung Gasol Organik terbuat dari bahan alami dalam penanamannya tidak menggunakan pupuk kimia dan pestisida, dan tidak mengandung bahan pengawet, pemanis dan pewarna yang tentu saja berbahaya bagi kesehatan . Sehingga tepung gasol organik aman untuk buah hati anda.
Khusus untuk produksi tepung Gasol organik memang tidak dibuka untuk umum
mengingat proses harus selalu higienis. Keseriusan memproduksi tepung Gasol organik dapat dilihat dengan :
mengingat proses harus selalu higienis. Keseriusan memproduksi tepung Gasol organik dapat dilihat dengan :
- memperlihatkan mutu bahan baku yang dipakai
- alat-alat produksi sederhana tapi berkualitas karena semua terbuat dari bahan dasar stailess steel.
- packing yang food grade, mulai dari plastik pembungkus sampai dus yang digunakan
- storage yang aman dan rapat, untuk menghindari tikus, semut, dll.
“Mengapa Tepung Gasol organik bisa tahan lama tanpa diberi pengawet ?”
Untuk mengawetkan makanan selain dengan bahan kimia sintetis bisa dengan beberapa cara misalnya diberi gula (contoh manisan), dengan garam (contoh telur asin), disangrai supaya bakteri dan kuman mati disamping itu kadar air menjadi rendah sehingga tidak ditumbuhi jamur (contoh tepung beras, kue kering, dll)
Tepung gasol organik bisa tahan lama tanpa pengawet karena dalam proses pengolahannya mengurangi kadar air dalam padi yang diolah sehingga tepung gasol organik dapat tahan lama.
TEPUNG GASOL ORGANIK ADALAH TEPUNG BERAS HOMEMADE YANG BISA DIBUAT SENDIRI DI RUMAH.
Sebagai MPASI, tepung beras diolah menjadi bubur tepung dan disajikan dengan susu, buah atau sayur. Untuk pemberian dengan sayur, bisa sebagian air untuk memasak tepung beras diganti dengan air kaldu.
Tahapan perkenalan makanan sesuai umur bayi
- Umur 6 bulan *),
Tipe : semi cair, frekuensi pemberian 1~2 kali per hari
Sayuran : labu parang, ubi jalar, kentang, kacang hijau, labu
Buah : pisang, pir, apel, alpukat, jeruk
- Umur 7-8 bulan,
Tipe semi padat, frekuensi pemberian 2 kali per hari
Sayuran : Asparagus, wortel, bayam, sawi, bit, lobak
Buah : Mangga, peach, blewah, timun suri
Lauk : Ayam, sapi, hati ayam, tahu, tempe
- Umur 9-12 bulan,
Tipe padat, frekuensi 2~3 kali per hari
Sayuran : Kacang merah, kacang kapri
Buah : Melon
Lauk : kambing, sapi muda, bebek, kuning telur, keju
*)MPASI sebaiknya diberikan kepada bayi mulai umur 6 bulan. Pemberian makanan tambahan antara usia 4-6 bulan hanya jika anak tidak mengalami penambahan berat badan yang adekuat atau sering minum susu tapi tampak lapar segera sesudahnya.
Perkenalkan bayi hanya satu jenis makanan baru dan berikan selama 2 ~ 4 hari untuk memastikan ada tidaknya reaksi alergi terhadap makanan tersebut.
Perhatikan makanan yang sering menjadi pemicu alergi adalah susu, telur, kacang, ikan, kedelai dan gandum.
Garam dan gula karena tidak memberikan tambahan nutrisi tetapi akan memperkenalkan suatu standar rasa enak pada lidah. Pemberian garam pada makanan bayi akan membuat ginjal bekerja berat. Sedangkan pemberian gula pada makan atau minuman bayi akan mengakibatkan kerusakan pada gigi saat gigi susu bayi tumbuh.
Sebagai ganti penggugah selera berikan kaldu atau berbagai bumbu yang biasa kita pakai (daun salam, seledri, daun bawang, bawang putih, dll).
Kaldu bisa dibuat dari daging ayam atau daging sapi. Masukkan potongan daging/tulang ayam/sapi ke dalam panci berisi air dengan perbandingan proporsional. Kecilkan api setelah air mendidih, biarkan agak lama sampai air menjadi gurih. Untuk menambah rasa bisa ditambahkan bumbu yang biasa kita pakai. Untuk kaldu ayam bisa ditambahkan sedikit jahe, daun bawang dan seledri sedangkan untuk kaldu sapi boleh ditambahkan kayu manis dan cengkeh. Angkat dan dinginkan.
Air kaldu bisa disimpan difreezer 2~4 minggu. Buat dalam cetakan es batu kotak-kotak kecil. Ambil secukupnya pada saat akan digunakan.
Telur bisa diberikan sejak anak berusia 6 bulan. Berikan dulu bagian kuning telur karena bagian putih telur dapat memicu reaksi alergi.
Madu sebaiknya tidak diberikan kepada bayi sampai umur 1 tahun karena madu seringkali dicemari suatu jenis bakteri yang bisa menghasilkan racun pada saluran cerna bayi. Racun itu dikenal dengan toksin botulinum (infant botulism).
Pastikan alat-alat untuk mempersiapkan dan memasak makanan bayi dalam kondisi bersih. Sebaiknya gunakan alat yang terpisah/khusus.
RESEP PENGOLAHAN
Bubur Tepung Beras Gasol Organik( 1 porsi)
bahan : 20 gr Tepung Beras Gaso Organikl+ 200 ml air
Bubur Tepung Beras Gasol Organik( 1 porsi)
bahan : 20 gr Tepung Beras Gaso Organikl+ 200 ml air
Campur tepung beras Gasol Organik & air, aduk rata, jerang di atas api, aduk sampai mendidih, angkat.
*) Catatan : Kalau menambahkan serbuk tepung ke air mendidih akan timbul gumpalan dan sulit untuk menghaluskannya. Jadi tepung dan air harus diaduk dulu pada suhu ruang.
Untuk menambah selera dan nutrisi bisa ditambah dengan
Pilih salah satu dari daftar di bawah ini) :
Pilih salah satu dari daftar di bawah ini) :
- ASI atau susu formula.
- No.1 + 50 ml air jeruk manis.
- No.1 + 25 gr pepaya + 1 sdm sari jeruk manis, diblender lalu disaring.
- No.1 + 50 gr pisang ambon, hancurkan dengan garpu atau kerok dengan sendok.
- Kupas, cuci dan potong-potong sayuran. Rebus dengan air secukupnya. Tambahkan air kaldu/hati ayam/telur rebus jika perlu. Setelah matang, blender sampai halus.
- Kombinasi berbagai Tepung Gasol Organik.
Sumber: www.tepunggasol.com
Subscribe to:
Posts (Atom)
